Berita

Trobosan DLH Sleman Atasi Pencemaran Lingkungan

Angka kemiskinan yang tinggi diakibatkan oleh naiknya jumlah pengangguran di pedesaan, dampaknya, angka gizi buruk dan stunting.Akses Sanitasi penduduk yang rendah terhadap prasarana dan sarana air limbah permukiman maka berpengaruh terhadap aspek kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan sosial budaya serta kemiskinan. Berdasarkan data Bappenas jumlah penduduk miskin di desa 27,7 juta orang dimana 10.2 juta orang tinggal disekitar dan dalam kawasan hutan. Kabupaten Sleman merupakan salah satu kota padat penduduk yang menjadi target rencana pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) skala individu. Pembangunan SPALD-S merupakan wujud dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman mengatasi tantangan dalam lingkungan yang bersih. DLH Sleman melaksanakan sosialisasi rencana pembangunan SPALD-S di Aula Kelurahan Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman pada Selasa (08/03/2022).

Program ini ditujukan untuk meningkatkan akses dan kualitas sanitasi (air limbah) secara khusus di lokasi dengan angka prevalensi stunting tinggi (lokpri) dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS).  Ditujukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pelibatan masyarakat dalam program penyediaan infrastruktur penanganan stunting.

Sri Hastuti sebagai Kepala Seksi Pengelolaan Air Limbah menerangkan beberapa tahapan pelaksanaan program SPALD-S Skala Individu. Tahap persiapan dengan melaksanakan Sosialisasi & Survey Lokasi. Tahap perencanaan dengan melaskanakan sosialisasi tingkat desa,pemetaan sosial,penentuan titik lokasi,penguatan/Penguatan Kelembagaan Masyarakat (KSM),pembentukan Tim Barjas (KSM) dan penyusunan rencana kerja masayarakat. Tahapan terakhir yaitu pelaksanaan konstruksi oleh masyarakat melalui KSM serah terima sarana. Masyarakat pun turut merespon positif dan antusias terkait rencana pembangunan SPALD-S.

“Harapan saya masyarakat dapat meningkatkan pembangunan SPALD-S dan merawatnya dengan baik. Hal tersebut bertujuan agar permasalahan lingkungan seperti pencemaran dan kerusakan lingkungan yang terjadi dapat teratasi,” tegasnya.

Bapak Lurah Sardonoharjo menyatakan bahwa bantuan SPALD- S skala individu merupakan upaya mendukung mengurangi jumlah kawasan kumuh selain itu pembangunan SPALD-S skala individu bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan derajat kesehatan.