Berita

Gerilya Ajak Masyarakat Melalui Gerakan Pilah Sampah

 

Tumpukan sampah itu muncul sebagai buntut ditutupnya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Kabupaten Bantul beberapa waktu belakangan yang nyatanya memberikan dampak pada beberapa daerah di DIY, salah satunya Kabupaten Sleman. Terkait permasalahan TPST Piyungan, Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengambil beberapa langkah strategis. Salah satu target kebijakan dan strategi pengelolaan sampah adalah terlaksananya proses pemilahan sampah yang dilakukan oleh setiap orang pada sumber sampah sebagai upaya pengurangan volume sampah yang dikirim ke TPA Regional Piyungan karena terbatasnya lahan.

Dalam rangka mensukseskan gerakan pilah sampah dari rumah, Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan sosialisasi dan kampanye Gerakan Masyarakat Mengolah Sampah Mandiri di seluruh Kapanewon di Kabupaten Sleman secara maraton hingga pertengahan Juni mendatang.  Sosialisasi dan Kampanye untuk wilayah Mlati dilakukan pada Selasa (31/5) di Pendopo Kapanewon Mlati.

Panewu Mlati, Arifin, saat membuka sosialisasi mengajak semua yang hadir untuk peduli terkait permasalahan sampah. “Berangkat dari kita untuk memilah, kemudian memilih, setelah itu dipulihkan untuk mensukseskan gerakan memilah sampah secara mandiri.”

Sama halnya, Sugeng Riyanta, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup turut mengajak setiap yang hadir untuk berinisiasi melaksanakan pilah sampah secara mandiri, minimal dipilah antara sampah organik dan anorganik.

Pada kegiatan tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo turut hadir dan melakukan sosialisasi langsung kepada Lurah, Pamong/Dukuh, Kader PKK, Penggiat Sampah, Tokoh Masyarakat, dan Karang Taruna yang hadir. Kustini menuturkan bahwa Pemkab Sleman akan terus berupaya dalam pengelolaan sampah di wilayah Sleman, diantaranya dengan mengoptimalkan pengolahan sampah di 13 Transfer Depo dan 23 TPS 3R dengan memilah sampah organik dan anorganik. Selain itu, Pemkab Sleman juga tengah mempersiapkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di daerah Sleman Barat, Sleman Tengah, Sleman Timur dan Sleman Utara.

Bupati Sleman juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama memilih dan memilah sampah mulai dari keluarga untuk menangani masalah sampah di Kabupaten Sleman.