Upaya DLH Sleman Tingkatkan Kualitas Pengolahan Air Limbah
Forum Group Discussion (FGD) terkait pengelolaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) adanya acara ini sebagai upaya untuk penanganan air limbah permukiman bagi masyarakat di lingkungan padat penduduk, kumuh, dan rawan sanitasi dengan pendekatan yang tanggap kebutuhan (berbasis masyarakat) yang diselenggarakan di Kantor Sekretariat AKSANSI Pasekan Lor, Balecatur, Gamping, Sleman pada Selasa (24/05/2022).
Dalam pertemuan ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman Epiphana Kristiyani turut hadir dan memberikan arahan bahwa Kabupaten Sleman berada di daerah hulu bertanggungjawab untuk menjaga atau melindungi daerah bawahnya yaitu Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.
“Tujuan pembangunan Ipal komunal adalah untuk mengendalikan pencemaran air dari air limbah domestik. Tetapi kenyataannya hasil uji masih belum memenuhi harapan, hal ini juga perlu dievaluasi khususnya kapasitasnya apakah sesuai rencana atau melebihi, bagaimana pemeliharaan IPAL dan apakah ada air limbah yang masuk selain air limbah domestik,” tegasnya.
DLH Sleman akan mengundang Perguruan Tinggi untuk bekerjasama menangani permasalahan di ipal komunal. Semakin besar akses penduduk kepada fasilitas prasarana dan sarana air limbah permukiman serta pemahaman tentang higienitas semakin kecil kemungkinan terjadinya kasus penyebaran penyakit yang ditularkan melalui media air (water borne diseases) Oleh karena itu, penyediaan prasarana dan sarana air limbah permukiman bagi masyarakat di lingkungan padat penduduk, kumuh dan rawan sanitasi menjadi sebuah solusi.
“Air limbah domestik yang terolah dengan baik akan mengurangi polusi air permukaan dan air tanah serta mengurangi penyebaran penyakit menular,” tegasnya.
