Berita

TPA Piyungan Ditutup, DLH Sleman Monitoring Transfer Depo

 

Tumpukan sampah muncul sebagai buntut ditutupnya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Kabupaten Bantul beberapa waktu belakangan. Penutupan ini merupakan kali kedua yang terjadi sepanjang 2022. Penyebab sama yaitu kondisi dermaga atau tempat menurunkan sampah sudah semakin sempit dan perlu dilakukan pengurukan sampah dengan tanah. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman melaksanakan pemantauan Transfer Depo  di wilayah Kabupaten Sleman pada Rabu (11/05/2021).

Pemantauan dilaksanakan oleh Epiphana Kristiyani sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman bersama Rita Probowati sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Pelayanan Persampahan, dengan monitoring tahapan dan proses pemilihan sampah di setiap masing-masing Transfer Depo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman Epiphana menyatakan, selama TPA Piyungan ditutup, pihaknya berupaya mengoptimalkan 13 transfer depo dan 23 TPS 3R yang ada di Kabupaten Sleman.

“Kami melakukan pemilahan sampah di lokasi-lokasi tersebut. Sampah organik nanti akan kami buat jadi kompos. Sampah anorganik jadi rongsok bisa dijual,” terangnya.

“Tujuan pemilahan sampah tentunya untuk mempermudah pengelolaan sampah selanjutnya. Selain memudahkan pengelolaan sampah selanjutnya, pemilahan sampah organik dan anorganik dapat mengurangi pencemaran udara yang diakibatkan oleh penumpukan sampah yang masih tercampur antara sampah organik dan anorganik,” terangnya.

Ia berharap proses pemilahan sampah di semua TPS 3R dan transfer depo benar-benar berjalan. Sehingga sampah yang kemarin belum dimasukkan ke TPA bisa terselesaikan melalui kegiatan tersebut.