BeritaSaka Kalpataru

Gelar Program Kali Bersih Memperingati Hari Sumpah Pemuda di Sungai Kuning

Dalam rangka Hari Peringatan Sumpah Pemuda, sejumlah organisasi peduli lingkungan hidup  berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Satuan Karya Pramuka Kalpataru Cabang Sleman, Forum Komunitas Sungai Sleman dan Karang Taruna Parikesit menggelar Upacara Peringatan Sumpah Pemuda pada Kamis (28/10/2021).

Namun ritual penghormatan sang saka tidak dilakukan di lapangan seperti biasanya. Upacara dilakukan di badan Kali Kuning, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak. Kali Kuning sendiri merupakan salah satu sungai yang berhulu langsung di Lereng Gunung Merapi.

Acara tersebut diinisiasi oleh Forum Komunitas Sungai Sleman ( FKKS), Karang Taruna “Parikesit” serta Pramuka Saka Kalpataru guna meneladani semangat pemuda dalam mempersatukan bangsa dan negara Indonesia. Upacara di hadiri oleh Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup Sleman, Purwoko Sasmoyo sekaligus bertindak sebagai Pembina upacara, Lurah Wedomartani, Panewu Ngemplak,Komandan Polisi Air dan Udara Polda DIY, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, serta Dinas Pariwista Kab Sleman.

Kegiatan berlangsung secara khidmat di tengah bebatuan di sekitar area sungai dengan melibatkan berbagai kompenen mulai dari sub unit Karang Taruna tingkat dusun se-Kalurahan Wedomartani, berbagai komunitas sungai di Kabupaten Sleman, dan Satuan Karya Pramuka Kalpataru Cabang Sleman.

Setelah selesai melaksanakan upacara, dilanjutkan dengan kegiatan  susur sungai sekaligus membersihkan sungai dari berbagai sampah yang terbawa oleh aliran sungai serta melepas bibit ikan endemik di Sungai Kuning. Sungai Kuning di Dusun Sempu ini terawat kelestariannya sehingga air terlihat jernih dan sedikit sampah yang terbawa oleh aliran sungai. Kegiatan ini ditutup dengan sarasehan. Sarasehan diisi dengan sharing-sharing terkait dengan pelestarian sungai. Dalam kesempatan tersebut Bayu selaku Komandan Polisi Air dan Udara Polda DIY menyampaikan “agar kegiatan ini dapat berjalan terus, maka perlu untuk dukungan dari semuanya karena agen kita adalah karang taruna dan semua kompenen yang terlibat, jadi jika ada hal – hal yang sifatnya negatif, sehingga jika ada penanganan yang lebih bagus dan baik  maka sungai yang ada di Yogyakarta akan terkendali dengan baik” tegasnya.

Purwoko Sasmoyo selaku Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup Sleman juga turut menyampaikan tujuan utamanya adalah dapat merawat sungai bukan hanya dari sampah tetapi juga ekosistem utamanya adalah ikan – ikan yang ada di sungai. “Kami sudah mempersiapkan aturan peraturan daerah keterkaitan dengan satwa yang ada di Kabupaten Sleman, jadi kita punya kewajiban  dan bantuan dari komunitas untuk bisa mengidentifikasi jenis-jenis satwa yang ada di lingkungannya yang masih banyak ataupun yang sudah sangat langka di wilayahnya untuk bisa identifkasi dan nanti akan kita naikkan menjadi peraturan Bupati untuk jenis – jenis satwa yang harus dilindungi untuk Kabupaten Sleman” tegasnya.