Berita

Bimtek Pengelolaan Air Limbah Peternakan Sapi Potong

Untuk meningkatkan pemahaman atau Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Kelompok Ternak, kalurahan Sumberrejo Tempel Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sleman menggelar Bimbingan Teknis Pengelolaan Air Limbah Peternakan Sapi Potong di Balai Pertemuan kalurahan Sumberrejo Tempel, pada Jumat (22/10/2021). Sebelumnya DLH Sleman telah melaksanakan peninjauan lapangan pada Kamis (07/10/2021) dengan hasil yaitu :

  • Warga Nglengkong Lor sebagian besar bermata pencaharian sebagai pedagang sapi sejak puluhan tahun yang lalu.
  • Sumber air bersih dengan SPAM Desa dan juga sumur yang dangkal.
  • Air guyungan sapi tanpa pengolahan langsung dimasukkan ke saluran irigasi.
  • Upaya mengurangi dampak air limbah sudah dilakukan dengan cara pengambilan kotoran, baru kemudian dilakukan pengguyangan terhadap sapi.
  • Kotoran sapi ditumpuk dan diolah menjadi pupuk atau dijual.
  • Per orang atau per warga bisa memiliki puluhan sapi

Dalam acara tersebut Isti Kurniati sebagai Kepala Seksi Penaatan Lingkungan menjelaskan  kandungan air limbah peternakan sapi beserta dampaknya salah satunya kandungan Sulfida yang dapat menyebabkan Menimbulkan bau, gangguan saluran pernapasan, sakit kepala, dan batuk kronis, Dalam kadar tertentu H2S    bersifat racun terhadap manusia, hewan dan biota air. Senyawa H2S dapat juga menyebabkan korosi.

“Kegiatan Bimtek yang digelar hari ini di harapkan semoga bermanfaat untuk warga masyarakat desa,pelatihan yang digelar hari ini semoga juga dapat menumbuh kembangkan SDM dan kami mengajak Perwakilan Kelompok Ternak serta seluruh warga masyarakat desa untuk bisa ikut andil menjalankan program ini”tegasnya.

Maka dari itu lanjutnya, untuk memanfaatkan limbah tersebut, para peserta Bimtek yang diundang guna mengetahui tata cara mengelola limbah ternak agar dapat memiliki nilai ekonomis yang tinggi diharapkan bisa memanfaatkan dan menyerap pengetahuan yang diberikan oleh narasumber.

Sehingga nantinya bisa diterapkan di lingkungannya dengan harapan dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan serta peningkatan ekonomi bagi pelaku usaha ini. Selain itu juga dengan adanya pelatihan tersebut juga diharapkan bisa memberikan wawasan kepada kelompok peternakan.